Pengembangan Aplikasi WEB dengan 3 Tier dan 3 Layer


Dalam pengembangan aplikasi web, kita bisa membagi menjadi 3 bagian (three-tier) yang berguna untuk menunjang proses aplikasi yang terjadi di dalam browser. Tiga bagian (three-tier) ini bisa terdiri dari beberapa layer di dalam tiap bagian (tier) nya. Bagian Presentasi (Presentation Tier) Apapun yang bisa kita lihat di dalam sebuah halaman web site melalui web browser bisa disebut sebagai bagian presentasi (Presentation tier) yang datanya disimpan di dalam server.

Bagian Presentasi (Presentation tier) ini terdiri dari beberapa layer yang berguna untuk membuat halaman web site menjadi lebih menarik dan interaktif. Berikut layer-layer yang terdapat di dalam Bagian Presentasi (Presentation tier):

  1. Layer Isi atau Struktur (Content or Structure) Layer struktur ini bertugas untuk membuat sebuah struktur halaman web agar bisa menjadi lebih teratur dan rapi. Layer ini terdiri dari komponen – komponen penunjang seperti sebuah teks, gambar, radio button, tombol, input teks, dsb. Layer ini ditangani oleh XHTML (generasi terbaru dari HTML).
  2. Layer Style Layer style ini bertugas untuk mengatur halaman web agar terlihat lebih indah dipandang. Layer ini juga bertugas untuk mengatur property dalam setiap komponen web yang dipakai di dalam layer struktur. Seperti mengatur ukuran font, warna font, background tombol, dsb. Layer ini ditangani oleh CSS (Cascading Style Sheet).
  3. Layer Interaksi (Behaviour) Layer interaksi ini bertugas untuk memberikan sebuah interaksi kepada pengunjung web site sehingga halamaan web menjadi lebih hidup dan lebih menarik. Sebagai contoh seperti sugesstion, tooltip dsb. Suggestion? Apa itu Suggestion? Contoh dari Suggestion ini adalah saat anda mengetikkan sebuah atau beberapa huruf di dalam teks pencarian di Google. Beberapa detik akan muncul suggestion berdasarkan sesuai dengan apa yang anda ketik di dalam teks tersebut. Layer ini ditangani oleh Javascript. Kenapa sih harus dibagi-bagi menjadi beberapa layer? Ketika dalam membuat halaman web, sebaiknya kita memisahkan menjadi layer-layer yang terpisah. Sebagai contoh, menggunakan style sheet dan javascript secara terpisah adalah jalan terbaik untuk memisahkan antara isi web site dan design web site.

Berikut beberapa keuntungan dari pemisahan layer – layer tersebut:

  • Berbagi sumber daya (Shared Resources) Ketika kita membuat sebuah file eksternal berupa CSS dan Javascript, kita dapat menggunakan file tersebut untuk beberapa halaman web dalam web site kita hanya dengan memanggil nama file tersebut.
  • Download lebih cepat (Faster downloads) Setelah script atau style sheet telah di download oleh para pengunjung web site, secara otomatis akan masuk ke dalam cache memory browser. Jadi artinya apabila ada sebuah style sheet yang sama digunakan oleh beberapa halaman web yang berbeda, maka file style sheet tersebut akan diambil dari cache. Lain halnya apabila kita menggunakan style sheet berbeda-beda dalam setiap halaman web, maka dalam setiap membuka halaman web yang baru maka akan mendownload ulang style sheet dari tiap-tiap dokumen.
  • Kerjasama Tim (Multi-person teams) Bila kita mengembangkan web site lebih dari satu orang, kita dapat memisahkan bidang pekerjaan tanpa harus khawatir dengan hak akses atau manajemen sistemnya. Sebagai contoh, dalam pengembangan web kita dapat memisahkan antara web designer dan web developer.web designer hanya bertugas untuk mengatur design dari halaman web dan web programmer hanya bertugas untuk mengatur jalannya sistem.
  • Accessibility Membuat file style sheet dan javascript secara terpisah akan lebih accessible, karena kedua file tersebut dapat secara mudah diabaikan, karena file tersebut akan menyediakan banyak pilihan. Contoh lain, dengan style sheet dan javascript secara terpisah, kita bisa membedakan gaya tampilan web kita bila diakses di komputer maupun di di ponsel.
  • Backwards compatibility Bila kita memiliki sebuat situs yang dirancang dengan pembagian layer-layer tersebut, maka itu akan lebih baik karena apabila web site kita diakses oleh browser yang tidak dapat menggunakan teknologi CSS dan Javascript, maka kita masih dapat melihat halaman web kita secara utuh tanpa merusak tampilan web karena hanya xHTML yang hanya dieksekusi.

Bagian Logika (Business Logic Tier) Bagian logika ini digunakan untuk mengatur proses bisnis yang terjadi di dalam sebuah halaman web. Sebagai contoh saat user mengisi buku tamu (Guest Book) dan melakukan submit dalam sebuah form, maka bagian logika ini yang bertugas menangani dan mengirimkan data yang yang diisi oleh user ke dalam suatu database. Contoh lain adalah saat anda melakukan login dalam suatu website, melakukan registrasi di dalam web,dll. Dalam layer ini sebaiknya anda definisikan dalam class, function, sub procedure dll. Layer ini ditangani oleh PHP, ASP, ColdFusion, dll. Bagian Data Akses (Data Access Tier) Bagian Data Akses ini adalah digunakan sebagai kumpulan dari query dan store procedure yang siap dipake atau siap diakses oleh bagian dari Bagian Logika.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s